Menghitung Harga Wajar Saham

Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Kalian Yang Pemula

 

Harga Wajar Saham – Sebelum kalian mencoba menghitung harga Wajar Saham maka kalian harus tau apa sih yang di maksud dengan harga saham.? Harga Saham adalah harga yang terjadi di pasar bursa pada saat tertentu yang ditentukan oleh pelaku pasar dan ditentukan oleh permintaan dan penawaran saham yang bersangkutan di pasar modal. Harga saham sendiri penting buat mengukur kinerja purusahaan dan sebagai dasar penentuan return dan risk di masa mendatang karena harga saham juga bisa mencerminkan nilai dari suatu perusahaan, perusahaan dengan prestasi baik maka sahamnya akan banyak di minati.

Cara menghitung harga Wajar Saham untuk pemula bisa menggunakan berbagai jenis metode perumusannya, dalam menghitung nilai wajar kalian harus mengetahui terlebih dahulu faktor penentu nilainya. Untuk mendapatkan profit maka seorang pemula wajib mengetahui cara menghtiung harga Wajar Saham agar tidak mengalami kerugian saat investasi.

Parameter Penentu Nilai Wajar Saham

  • 1. Pertumbuhan pendapatan rata-rata emiten pertahun
  • 2. Tingkat pengembalian surat utang negara, kenaikan Yield Sun menyebabkan penurunan valuasi nilai wajar saham emiten begitu sebaliknya.
  • 3. Belanja modal untuk ekspansi dan pengembangan dalam pembelian harta tak bergerak.
  • 4. Laba besih sesudah pajak di kurangi keuntungan dan kerugian pendapatan atas kepemilikan minoritas.
  • 5. Utang jangka panjang karena nilai wajar optimis tidak memperhitungkan utang jangka panjang.
  • 6. Utang jangka panjang karena nilai wajar conservatife menggunakan total utang.
  • 7. Jumlah saham yang beredar di bursa efek.
  • 8. Nilai wajar diskon tiap emiten hanya 30 % dari full value.
  • 9. Deviden emiten yang sudah di kurangi jumlah laba yang di tahan, deviden di tetapkan per lembar saham dan ada beberapa emiten yang tidak memberikan deviden.

Cara Menghitung Harga Wajar Saham

1. Earnings Per Share (EPS)

EPS adalah pendapatan bersih dari perusahaan dalam setahun setelah dikurangi saham preferen kemudian dibagi dengan jumlah saham yang beredar, atau singkatnya disebut dengan laba per lembar saham. Dan dari itungan EPS kalian bisa mengetahui prospek pendapatan perusahaan dari tahun ke tahun.

Sebagai contoh misalnya perusahaan XYZ memiliki saham dengan nilai EPS RP. 775, maka saham itu menghasilkan laba sebesar RP 775 di setiap lembar saham. EPS=(laba besih-deviden preferen) / Jumlah saham yang beredar pada akhir periode.

2. Price Book Value (PBV)

PBV merupakan rasio harga saham terhadap nilai buku (aset dalam pembukuan) dari sebuah perusahaan, nilai buku yang di peroleh dari aktiva hingga kewajiban.
“Price Book Value = Harga Saham/Nilai Buku Perlembar Saham”. Contoh PT Aneka Tambang memiliki harga saham 2.660 dan nilai buku perlembar saham 846 maka perhitungannya ialah: ” Nilai PBV nya adalah 2.600/846=3.14.

3. Return On Equity (ROE)

Mengutip Jurnal Return on Asset, Return on Equity, dan Earning Per Share Berpengaruh Terhadap Return Saham karya Ni Putu Alma Kalya Almira dan Ni Luh Putu Wiagustini (2020). ROE menjadi cerminan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari setiap rupiah yang di tanam oleh pemegang saham.
“Return on Equity ROE = Laba bersih setelah pajak/Total ekuitas saham X 100%.”

Contoh Perusahaan ABC menggunakan pembiayaan dari modal investornya sebesar RP 750.000.000 dan menghasilkan laba bersih sebesar RP 450.000.000, maka ROE nya adalah berikut:
” RP 450.000.000 / RP 750.000.000 X 100% = 60% ROE.”
Maka rasio dari pengembalian modal pada perusahaan ABC sebesar 60%.

ROE merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan modal sendiri yang di mlikinya, ROE yang tinggi menggambarkan perusahaan yang menghasilkan keuntungan dari modal sendiri. Peningkatan ROE akan meningkatkan nilai jual perusahaan yang kemudian akan berimbas juga pada harga saham. ROE yang rendah menverminkan perolehan laba bersih suatu perusahaan yang rendah , maka hal ini bisa berakibat kepada saham perusahaan yang kurang di minati investor sebgai akibat pembagian deviden yang rendah.

Sehingga minat investor pada saham tersebut berkurang yang otomatis memengaruhi return saham. Sebaliknya, ROE yang tinggi mencerminkan perusahaan yang sukses menghasilkan keuntungan dari modal sendiri. Peningkatan ROE turut menaikkan nilai jual perusahaan yang berkaitan dengan harga saham.

4. Price To Earnings Ratio

Nah berikutnya dengan metode PER juga salah satu cara menghitung berapa harga wajar yang cocok buat pemula, untuk mencari harga wajar saham menggunakan PER sebaiknya dengan membandingkan PER dengan industri yang sejenis. Apabila PER perusahaan lebih besar dari rata-rata perusahaan, maka harga saham di anggap mahal dan sebaliknya semakin kecil nilai PER perusahaan di banding yang lain maka harga saham di anggap murah.
“Price To Earnings Ratio (PER ) = Harga saham / Laba persaham (EPS).”

 

Itulah yang bisa kami uraikan mengenai Cara Menghitung Harga Wajar Saham untuk Kalian Yang Pemula, dengan memahmai beberapa point di atas di harapkan buat kalian untuk selalu menghitung harga wajar saham sebagai tindakan awal sebelum kalian memutuskan buat membeli saham. Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *