asuransi jiwa

Ini Dia Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan

 

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan – Di masa pandemi COVID- 19 ini, masyarakat mulai sadar akan pentingnya mempunyai asuransi sebagai proteksi buat Kamu dan keluarga. Saat ini, terdapat beberapa produk asuransi yang jadi primadona opsi di Indonesia yaitu asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Masih bingung dengan produk asuransi itu? Ayo simak pembahasannya di sini.

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Kesehatan

Asuransi kesehatan dan jiwa adalah 2 produk yang berlainan. Ternyata, masih banyak masyarakt yang menganggap kedua produk asuransi ini adalah sama. Walaupun begitu, keduanya penting untuk membagikan perlindungan diri dari berbagai resiko. Nah, untuk yang masih bingung, asuransi kesehatan dan asuransi jiwa mempunyai 4 poin penting yang membedakan keduanya.

1. Resiko yang Ditanggung

Asuransi kesehatan adalah salah satu produk yang menawarkan jaminan biaya ketika Kamu, sebagai pemegang polis, mengalami kendala kesehatan seperti sakit dan/ atau kecelakaan. Pihak penerbit asuransi ini akan menanggung biaya rumah sakit seperti rawat inap, rawat jalan, obat, biaya dokter, bahkan operasi bersumber pada kebijakan yang tertera pada polis asuransi Kalian.

Perbedaannya dengan asuransi jiwa adalah pihak pencetak asuransi akan menanggung kerugian keuangan Kamu, jika pemegang polis menderita cacat seumur hidup, kelumpuhan seumur hidup, dan apalagi meninggal. Besarnya nilai garansi keuangan akan diserahkan pada ahli waris yang ditunjuk pada perjanjian asuransi jiwa dan terkait besarnya premi yang dibayarkan pemegang asuransi.

2. Berdasarkan Manfaat dan Tujuan

Perbedaan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa adalah pada manfaat dan tujuan. Manfaat dan tujuan asuransi kesehatan adalah:

– Layanan rawat jalan

mencakup konsultasi dokter biasa ataupun ahli, resep obat, biaya dokter, tindakan pencegahan, biaya laboratorium, biaya obat- obatan, dan biaya yang lain. Tetapi, umumnya penerbit asuransi memberikan batas konsumsi dana tiap tahunnya pada pemegang polis.

– Layanan rawat inap

mencakup biaya persalinan, biaya anastesi, ruang operasi, biaya rumah sakit, emergency service, dokter jaga, serta lain sebagainya. Industri asuransi biasanya mempunyai berbagai kebijaksanaan dalam menentukan biaya sewa kamar rawat inap per harinya dan kategori kamar yang didapatkan pelanggan.

– Kecelakaan dan atau atau penyakit kritis yang mengancam nyawa dan wajib ditindak secepatnya.

 

Berbeda dengan asuransi kesehatan, asuransi jiwa ditujukan untuk mencegah pemegang polis dari kejadian:

 

– Meninggal dunia

– Tabungan hari tua

– Cacat tetap atau kehilangan pekerjaan karena cacat akibat kecelakaan saat bekerja

Memiliki asuransi kesehatan berarti memberikan perlindungan pada pemegang polis, sedangkan mempunyai asuransi jiwa berarti memberikan proteksi pada ahli waris pemegang polis agar senantiasa mempunyai sumber pemasukan.

3. Pembayaran Polis

Polis asuransi jiwa akan dibayarkan kepada ahli waris ketika nasabah meninggal dunia, cacat tetap, dan/ ataupun kehilangan pekerjaan sebab cacat tetap. Jadi bisa dibilang kalau asuransi jiwa memberikan manfaat sebagai proteksi keuangan kepada ahli waris dari pemegang polis agar saat musibah terjadi tidak kehabisan sumber penghasilan

Sebaliknya pada asuransi kesehatan yang memperoleh manfaatnya adalah orang yang menjadi tertanggungnya sesuai dengan polis. Umumnya tertanggung juga ialah pemegang polis itu sendiri. Manfaat akan diperoleh ketika tertanggung harus menempuh perawatan kesehatan di rumah sakit sebagai ganti rugi biaya yang sudah dikeluarkan nasabah.

4. Alur Klaim Polis

Pada asuransi kesehatan, untuk melaksanakan klaim polis diberikan 2 pilihan metode klaim, yakni dengan sistem reimbursement dan cashless. Keduanya berlainan dengan cara pembayaran. Berikut ini alur pembayaran klaim asuransi kesehatan.

Sistem reimbursement

– Peserta bebas memilih rumah sakit ataupun klinik mana saja.

– Peserta mendapatkan perawatan dokter.

– Perusahaan asuransi memproses klaim yang telah penuhi ketentuan biasanya dalam waktu 7 hari kerja setelah dokumen sampai di kantor pusat asuransi.

– Peserta membayar biaya penyembuhan dan memohon dokumen yang diperlukan ke rumah sakit atau klinik.

– Peserta mengirimkan dokumen klaim ke perusahaan asuransi paling lambat 30 hari sejak tanggal berakhirnya perawatan.

Sistem cashless

Bentuk pembayaran asuransi kesehatan adalah kartu sehingga mewajibkan pemegang polis memakai kartu saat bertransaksi di rumah sakit. Layaknya seperti kartu debit peserta cukup menggesekkan kartu di rumah sakit untuk melunasi seluruh layanan yang diperoleh dan obat yang ditebus. Tetapi, nilai pembayarannya terbatas. Karena itu, jika biayanya kurang dari plafon, pemegang kartu wajib membayarkan sisanya secara cash ke rumah sakit.

Sebaliknya untuk klaim polis asuransi jiwa, untuk mengajukan klaim polis, pemegang polis ataupun ahli waris harus melaporkan kondisi itu. Berikut tahapan pengajuan klaim asuransi jiwa.

– Minta formulir klaim dan formulir surat penjelasan dokter dari customer service rumah sakit.

– Lengkapi formulir klaim dan sediakan dokumen pendukung seperti hasil laboratorium, hasil rontgen,- CTScan serta yang lain. Kemudian kirimkan ke perusahaan pencetak asuransi.

– Penerbit asuransi melakukan konfirmasi data dan melaksanakan analisis kepada klaim polis yang diajukan.

Jika klaim ditolak perusahaan asuransi akan mengirimkan pesan penolakan ke pelanggan. Jika klaim disetujui maka industri asuransi melakukan pembayaran klaim.

 

Nah, itulah perbedaan asuransi jiwa dan kesehatan untuk memproteksi Kamu dan keluarga, semoga bisa membantu kalian dalam memahami perbedaan kedua jenis asuransi di atas. Terima Kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.